Motivasi dalam organisasi mempunyai posisi yang sangat penting, terutama kaitannya dalam konsolidasi internal baik secara kultural maupun struktural. Motivasi atau faktor pendorong bagi seseorang untuk melakukan sesuatu, bukan hanya itu tetapi secara berkelanjutan dan penuh dengan kesungguhan.
Saya setuju jika
motivasi berorganisasi ini adalah bagian yang harus menjadi catatan untuk dievaluasi guna modal konsolidasi organisai yang lebih efektif dan elegan.
Sebelum mengupas lebih jauh tentang motivasi, mari kita belajar pada kasus yang menyadarkan kita akan
kuatnya sebuah motivasi dalam kehidupan. Ingatkah dengan Ponari,....??? kita dikagetkan dengan sebuah fenomena yang menakjubkan. Di daerah Jombang Jawa Timur, bocah bernama Ponari (7 tahun) tiba-tiba dianggap manusia sakti yang mampu mengalahkan berbagai penyakit kronis. Hal itu nyata sehingga setiap harinya sekitar sepuluh ribu pasien memadati rumahnya dari berbagai nusantara dengan penuh keseriusan rela mengantri berhari-hari demi mendapatklan air dari batu yang dimilki dukun bocah tersebut.
Kita tidak akan membahas sang dukun cilik, namun kiita akan membahas apa yang menjadi latar belakang/motivasi ribuan pasien tersebut. Jika kita tarik kesimpulan, maka mereka mempunyai
tujuan. Sebutlah agar penyakinya sembuh. Dan berharap
jangka panjangnya yang sakit ini bisa berkumpul jkembali dengan harmonis seperti sedia kala.
Tegasnya yang melatar belakangi mereka diatas adalah adanya
motivasi yang kuat karena mempunyai
misi (tujuan jangka pendek) dan
visi (tujuan jangka panjang) yang kuat.
Misi mereka adalah kesehatan dan ekonomi, sedangkan
visimereka adalah agar sang pasien bisa sehat dan sejahtera seperti dulu kala. Setidaknya kita pahami, dari makna
misi dan <visi diatas adalah
misi bersifat jangka pendek dan real sedang
visi berifat jangka panjang dan abstrak.
Bagi setiap personil organisasipun sama, motivasi itu ada jika adanya
misi dan
visi yang jelas. Karena berorganisasi itu berarti belajar menentukan jalan hidup secara sistematis, dan mengarah sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Motivasi itu sama artinya dengan
sugesti atau keyakinan.
sugesti itulah yang menjadi kekuatan alamiah jiwa dalam memnentukan persoalan.
Kekuatan alamiah itu disebut juga alam bawah sadar atau juga impian. Semua orang mempunyai impian, kecuali yang divonis gangguan jiwa. Karena Impian akan diimplementasikan pada pandangan dan prilaku hidup. Mengingatkan pada Mahatma Gandhi, saat berkeliling keoenjuru daerah India, hampir semua masyarakatnya berada dalam taraf keluarga miskin. Maka di berpidato
“bermimpilan kalian”
Maka jelaslah jika sebuah organisasi hilang kekompakan itu artinya motivasi individu dalam sebuah organisasi itu belum tercipta. Selain itu harus ada pemimpin yang mampu menjadi motivator, namun tidaak berarti memaksakan tetapi dengan jalan membuka ruang kebebasan untuk setiap individunya dengan mengekspresikan sebuah karya untuk mencurahkan segala turunan dalam motivasinya.